Lewati ke konten utama

Transformasi Tata Kelola
UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Berbasis Enterprise Architecture

Forum: Penyusunan 3R dan Lokakarya Perencana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Tema: Menuju organisasi berkinerja tinggi dan terintegrasi sebagai fondasi digitalisasi

Enterprise Architecture (EA) dalam konteks ini bukan sekadar arsitektur aplikasi. EA adalah cara menyelaraskan arah universitas, proses bisnis, data, peran organisasi, anggaran, dan teknologi agar strategi dapat diterjemahkan menjadi pekerjaan yang terukur.

StrategiRIP, RENSTRA, dan Perjanjian Kinerja
EksekusiSOP, BPMN, program, dan anggaran
PengendalianRisiko, laporan, evaluasi, dan RTM
DigitalisasiData dan sistem yang mengikuti proses baku
Mode presentasi1 / 10

1. Mengapa transformasi tata kelola diperlukan?​

Tantangan historis tata kelola muncul ketika dokumen, pelaksana, dan bukti hasil tidak berada dalam satu rantai yang dapat ditelusuri.

Strategi dan akademik

RENSTRA, sasaran mutu, Perjanjian Kinerja, kurikulum OBE, dan monitoring pembelajaran belum selalu bergerak selaras.

Risiko dan mutu

Risk Register, survei, komplain, dan tindak lanjut belum selalu menjadi dasar perbaikan layanan.

Dukungan organisasi

Struktur, dukungan TI, website, perpustakaan, dan kepemilikan proses belum seluruhnya terang.

Kebijakan dan sumber daya

Kebijakan teknis, aset, sarana prasarana, dan pengelolaan SDM memerlukan data serta mekanisme pengendalian yang konsisten.

Daftar ini berfungsi sebagai diagnosis awal. Setiap isu tetap perlu diverifikasi dengan pemilik proses, data, dan bukti terkini sebelum menjadi dasar keputusan.

Gunakan tombol panah kiri dan kanan untuk berpindah slide.